Artis Sayang Anak : Valentine’s Day Tidak Harus Mewah, Tapi Bermakna
Friday, 17 February 2012 19:12
Jakarta, MetroNewz- Hari kasih sayang atau yang biasa disebut Valentine’s Day, baru saja lewat. Namun bukan berarti perayaan kasih sayang juga harus berhenti. Karena sejatinya, kasih sayang harus dirayakan setiap hari, dan setiap hari hendaknya dirayakan dengan penuh kasih sayang.
“Merayakan kasih sayang juga bukan melulu bersama kekasih, tapi bersama orang tua, saudara, atau anak-anak yang membutuhkan perhatian dan kasih sayang dari orang-orang yang perduli,” ungkap Sonia Wibisono ketika berkunjung ke Desa Anak SOS Children’s Village Jakarta di Cibubur, Jakarta Timur, Kamis (16/02).
Sonia menjelaskan, kehadirannya di SOS Children’s Village Jakarta ini juga bersama teman-teman Artis lainnya yang tergabung dalam Artis Sayang Anak (ASA) seperti, Lisa Natalia, Puteri Indonesia 2011, Maria Selena, Puteri Pariwisata Indonesia, Andi Natasya, Fifi, Devita Risty, dan Zola Band.
Group di Blackbaerry yang beranggotakan sejumlah selebritis dan aktivis anak ini merayakan hari kasih sayang bersama 130-an anak yang diasuh di Desa Anak SOS Children’s Village. Dimana anak-anak ini merasakan kehilangan pengasuhan orang tua kandung karena berbagai sebab seperti, yatim/piatu, miskin, terlantar, dan sebagainya.
“Dengan kunjungan ini, para selebritis dan anak-anak dapat saling berbagi, menyemai dan memupuk pohon-pohon kasih sayang diantara mereka,” ungkap Sonia.
Menurutnya, Di Indonesia saat ini ada 5,4 juta anak yang terlantar. Mereka rentan mengalami kekerasan, diskriminasi, pelecehan, dan bentuk tindakan kejahatan lain.
Saat ini juga setiap tahunnya ada 6.000 anak Indonesia yang dipenjara. Tingginya angka tersebut bukan berarti banyak anak Indonesia yang kerap melakukan tindakan kriminal, tapi karena hukum kita masih belum memihak terhadap anak-anak. Mereka sangat mudah dipidana karena kasus-kasus sepele, seperti pencurian sandal, perkelahian antar mereka, dan sebagainya yang mestinya kasus-kasus tersebut bisa diselesaikan melalui pendekatan restoratif justice, yakni melalui musyawarah antara pelaku, keluarga, dan korban.
“Kami menyakini penjara bukanlah tempat anak-anak. Anak-anak yang dipenjara bukan saja kehilangan masa depannya, tapi juga kerap bisa menimba pengetahuan tindakan kriminal yang lebih dari sebelumnya,” katanya.
Hal senada juga diungkapkan Lisa Natalia, melalui kunjungan ke Desa Anak SOS Children’s Village ini, kami juga ingin menyapa anak-anak Indonesia di berbagai daerah lain. Kami juga ingin mengajak semua orang untuk selalu peduli terhadap nasib anak Indonesia. (Wesly)




