Indonesia Dimasa Depan Bangkrut Atau Adidaya?

PDFPrintE-mail

Jakarta, MetroNewz- titik tolak kebangkitan Indonesia kedepan, dibutuhkan suatu gerakan yang berkaca dimasa lampau, seperti Sumpah Pemuda. Dimana pada tahun 1928 Pemuda-Pemudi Indonesia bangkit untuk menyatukan visi dan misi demi Negara Indonesia.

Gerakan Pemuda pada tahun tersebut menjadi salah satu contoh kebangkitan pemuda yang akan dikumandangkan Ormas Gerakan Pemuda Anti Korupsi (GEPAK) dalam waktu dekat ini.

Hal tersebut disampaikan Ketua Umum GEPAK, Toriq Mahmud saat diskusi publik dalam rangka memperingati HUT GEPAK ke-3 di Kantor DPN GEPAK, Perumahan Kalibata Indah, Jakarta Selatan, Selasa (24/01), dengan thema ‘ Indonesia dimasa depan bangkrut atau Adidaya?’

Toriq juga mengkritisi pembuat UU di DPR yang hanya mementingkan pribadi, golongan dan partai saja tanpa mau memikirkan rakyat yang telah memilih mereka hingga dapat duduk disinggasana DPR.

” Bagaimana Indonesia mau maju kalau ketiga lembaga, legislatif, eksekutif, yudikatif ini korupsi semua? ” tanyanya.

Toriq mengharapkan, sebagai pemimpin masa depan, pemuda yang akan datang tidak terkontaminasi dengan perilaku para pemimpin yang ada sekarang. Diperlukan suatu gerakan, suatu sumpah, bukan janji untuk tidak berkhianat, karena para koruptor merupakan penghianat bangsa,

” Saya mengajak pemuda Indonesia bersumpah lagi seperti tahun 1928 diseluruh Indonesia, karena saya yakin mujizat untuk kebangkitan Indonesia pasti ada, ” katanya.

Adapun sumpat tersebut, Berbangsa Satu Bangsa Indonesia, Berbahasa Satu Bahasa Indonesia, Bertanah Air Satu Tabah Air Indonesia, Berideologi Satu yaitu Pancasila, Kembali ke UUD 1945, dan NKRI harga mati.

Sementara, Adhi Massardi berpendapat, pemberantasan korupsi harusnya dimulai dari Aparat Penegak Hukum. Karena bagaimana suatu kasus dapat ditindaklanjuti apabila para penegak hukumnya juga korupsi.

Menurut Ardi, Korupsi dan Narkoba sama-sama merusak kosentrasi dan kehidupan bangsa, merusak lingkugan, merusak birokrasi, dan merusak kebijakan-kebijakan yang sudah ada.

Ardi mengharapkan, KPK hendaknya menjelaskan bahaya dari korupsi seperti narkoba. Agar para koruptor dapat mengetahui bahwa perbuatannya merusak kehidupan bangsa.

“ Dengan 3 potensi, penduduk, alam, kemampuan, Indonesia dapat mengalahkan negara-negara luar. Namun, potensi tersebut banyak yang salah urus, seperti Migas dan Pertambangan,” jelas Marwan Batubara, yang turut sebagai pembicara dalam diskusi tersebut.

” UU kita akan melemah saat berhadapan dengan perusahaan-perusahaan besar. Pemimpin kita tidak berani mengambil tindakan, padahal dalam pidatonya beberapa kali menyatakan akan menutup perusahaan yang melanggar. Tapi apa terjadi?, “ tanya Marwan. (wesly)

Last Updated on Thursday, 26 January 2012 21:10