Ketum GEPAK : Sumpah Pemuda Harus Diulang Kembali

PDFPrintE-mail

Jakarta, MetroNewz- Melihat maraknya kasus korupsi belakangan ini yang tidak terselesaikan degan baik, Gerakan Pemuda Anti Korupsi (GEPAK) angkat bicara.

Melalui Ketua Umumnya, Toriq Mahmud yang ditemui Wartawan MetroNewz usai diskusi publik ‘ Indonesia dimasa depan Bankrut atau Adidaya?’ menyatakan, secepatnya akan mensosialisasikan melalui media elektronik dan cetak, bahwa sudah waktunya pemuda Indonesia siap bangkit, sudah waktunya pemuda Indonesia menyatakan sikap, kita kesampingkan perbedaan-perbedaan politik, perbedaan agama, perbedaan suku.

“Sudah waktunya pemuda Indonesia menyatakan bahwa kita sebagai bangsa, sebagai pemuda harus mencapai tujuan,” ujarnya saat HUT GEPAK ke-3 di Perumahan Kalibata Indah, Selasa (24/01).

Indonesia yang super power, Indonesia yang besar, dari titik itulah mudah-mudahan perbedaan itu akan makin menipis. Karena perbedaan tidak lagi menjadi perbedaan, antara tujuan ita satu ujung piramit, mau kita naik dari barat, timur, selatan, utara, tujuan kita satu mau bersama. Ini yang akan saya sampaikan kepada kawan-kawan pemuda.

Toriq juga menjelaskan, para pemimpin agama sudah menyatakan sikap, para cendikiawan sudah menyatakan sikap terhadap kondisi bangsa. Karena sudah waktunya bangsa indonesia menyatakan sikap, dimana pun dia berada. Dikampung, didesa, setiap propinsi, setiap wilayah, setiap RT, setiap RW, berkumpul bersama-sama, bersatu bersama-sama, satu tujuan, satu sumpah untuk Indonesia tercinta.

Terkait hukuman mati bagi Koruptor, Toriq menilai bahwa hal tersebut pantas diberikan. Karena Koruptor menyengsarakan sendi-sendi kehidupan bangsa dalam segi apapun.

DPR juga sudah pernah membicarakan hukum mati koruptor, semestinya arah kesitu sudah ada. Kalau nanti 10 juta rakyat Indonesia yang minta hukum mati koruptor, itu akan didengarkan dan saya yakin itu akan terjadi disuatu saat nanti. Mungkin berlahan-lahan, mungkin berdarah-darah, tetapi itu harus dilakukan.

Menurutnya, hukuman mati bagi para koruptor dapat dilaksanakan karena hal tersebut sudah ada aturannya. “ Kenapa Teroris, Pengedar Narkoba dapat dihukum mati, tetapi koruptor tidak? Padahal koruptorlah yang paling keji, dimana setiap perbuatannya dapat merusak kehidupan rakyat Indonesia,” katanya.

Toriq juga mengakui, bahwa apa yag diperjuangkannya ibarat menghantam tembok baja, harus kita tembus dengan berdarah-darah.

Ia menjelaskan, Tahun 2006 GEPAK demo dengan massa 300 orang di Bundaran HI terkait hukuman mati koruptor. Kemudian, tanggal 9 desember dua tahun yang lalu demo lagi dengan massa hampir 1000 orang, Tahun berikutnya ada 1 juta orang yang minta, tahun berikunya 10 juta orang yang minta.

“Didengar atau tidak tetap akan kita sosialisasikan agar hukuman mati terhadap koruptor dapat terlaksana. Kita tidak akan menyerah, dulu kita hanya segelintir orang yang menyatakan hukum mati koruptor, sekarang, setiap elemen masyarakat menginginkan hal yang sama,” ucapnya.

Kepada pimpinan KPK yang baru, Toriq sangat mengharapkan ada hal positif yang dapat dilakukan dari pimpinan KPK yang lama. Namun Toriq juga menyadari perlu waktu untuk memberikan kesempatan kepada pimpinan KPK bekerja. “Saya masih percaya pimpinan KPK yang sekarang punya Integritas,” ucap mantan pilot ini. (wesly)

Last Updated on Friday, 27 January 2012 05:31