Hotman : Saham Garuda Tidak Ada Sangkutpautnya Dengan Nasaruddin
Friday, 17 February 2012 18:56
Jakarta, MetroNewz- Pengacara kasus wisma atlet, Hotman Paris Hutapea mendatangi Rutan Cipinang setelah tersangka wisma atlit, Nazaruddin disinyalir membeli saham Garuda dari uang wisma atlit yang kasusnya masih berjalan di Pengadilan Tipikor.
Wartawan MetroNewz yang menemui Hotman dihalaman Rutan Cipinang, Jakarta Timur, Selasa (14/02) mengungkapkan, kedatangannya ke Rutan karena esok harinya akan sidang lanjutan Nazaruddin. Kemudian, karena adanya status baru tersangka soal saham garuda.
”Kita tidak bisa mengerti karena itu kan antara swasta ke swasta. Sepertinya ini mau menargetkan cukuplah Nazaruddin, sedangkan calon tersangka lain terutama Bos Besar, Ketua Besar itu menutupi dengan cara membuat kasus baru ini,” ujar Hotman.
Menurutnya, misalnya kalau saham itu dibeli tahun 2010, diakan sampai akhir tahun 2009 masih swasta murni, jadi swasta ke swasta. Kalau misalnya dapat untung dari proyek itu memang hal yang syah karena DGI sama Permai Group itukan swasta ke swasta.
“Nazaruddin sudah menjadi anggota DPR dia mundur sebagai pemegang saham di Permai Group sampai hari ini pun swasta ke swasta,” jelasnya.
Hotman juga menuturkan, bahwa dirinya sudah menanyakan masalah saham garuda tersebut kepada Nazaruddin. Dia ( Nazaruddin) mengatakan, bahwa saya tidak ada kaitan apapun dengan saham garuda, karena saham garuda itu dibeli tanggal 8 Pebruari 2011, sedangkan komisi dari wisma atlet tanggal 18 Pebruari dan tanggal 25 Pebruari atau kurang lebih dua minggu kemudian. Jadi bagaimana mungkin komisi dari wisma atlit yag belum dibayar bisa dipakai untun membeli saham dua minggu sebelumnya, jadi dia membantah soal itu.
Kemudian, seolah-olah uang Group Permai dipakai untuk membeli saham garuda, itu press release dari KPK. Pertanyaannya, kalau memang uang Group Permai yang di pakai, apa kaitannya sama si Nazruddin? karena Nazaruddin itu bukan pemilik.
Bagaimana cara membuktikan siapa pemilik perusahaan? Yaitu, uang perusahaan itu dipakai untuk money politik di kongres tanggal 21 mei 2010 hampir kurang lebih 80 Milliar. Kalau seseorang bisa mengambil duit 80 M dari suatu perusahaan kalau buka pemilik siapa lagi? karena 80 M uang Group Permai itu dipakai money politik di Bandung, untuk kepentingan siapa ? kata si Nazaruddin bukan untuk anak bukan untuk Nazaruddin. Karena Nazaruddin kan tidak mencalonkan diri sebagai Ketua Partai Demokrat, tapi yang mencalonkan diri itu adalah Anas. Jadi kalau uang itu perusahaan punya saya ngapain 80 M keluar untuk money politik untuk kepentingan oknum lain.
Itu yang harus di periksa oleh KPK. Jadi menurut Nazaruddin, orang-orang yang tau tentang saham garuda ini adalah yang harus diperiksa.
Hotman juga membeberkan, yang harus diperiksa, ditanyai KPK adalah, Pak Mukayat, Mantan Komisaris Bank Mandiri. Apakah sebagai saksi, terlepas karena dia yang tau banyak tentang uang ini. Kemudian, anak nya, Pak Munadi. Karena Pak Mukayat itu adalah teman dari Anas. Sedangkan Pak Munadi merupakan Direktur Mandiri Securitas, dimana saham ini kan dibeli dari Mandiri Securitas.
Jadi, Nazaruddin meminta agar ditanyakan dulu Pak Mukanyat dan Pak Munadi ini bagaimana keterlibatan bosnya dia, Anas. Kemudian Harri Supoyo juga tau, bahkan orang yang memerintahkan menandatangani pembelian saham-saham di Garuda ini yaitu, Julianis.
“Sekarang ini bukannya mau mengembangkan, menangkap pelaku-pelaku lainnya. Tapi justru untuk menutup mulutnya Nazaruddin agar jangan teralu banyak ngomong. Tujuannya, semua diarahkan ke dia agar dia jangan terlalu banyak omong sehingga Bos Besar, Ketua Besar tidak terungkap. Itu kesimpulannya nazaruddin,” kata Hotman



