AGENDA Selenggarakan Dialog Regional Akses Pemilu Bagi Penyandang Disabilitas

PDFPrintE-mail

Jakarta, Metronewz- Lebih dari 60 juta orang di Asia Tenggara adalah penyandang Disabilitas. Kian tahun, perhatian pemajuan  hak-hak penyandang disabilitas pada tataran global meningkat.  Jaringan Organisai-organisasi masyarakat sipil juga memberikan perhatian khusus, salah satunya General Election Network for Disability Access (AGENDA).
AGENDA yang merupakan konsorsium regional baru yag terdiri dari organisasi-organisasi masyarakat sipil yang berdedikasi untuk meningkatkan akses politik dan pemilu untuk penyandang disabilitas di Asia Tenggara, mengadakan Diskusi Regional yang pertama membahas mengenai akses pemilu bagi penyandang disabilitas di Asia Tenggara.
Selain dari konferensi tahunan, AGENDA juga mengadakan inisiatif-inisiatif penelitian, acar regional, situs dan publikasi yang bertujuan meningkatkan peran penyandang disabilitas dalam proses pemilu.
Bertempat di Hotel Fullman, Jalan M.H. Thamrin Jakarta (ex hotel Nikko), Rabu- Kamis (1-2/02),  AGENDA menghadirkan pendukung-pendukung akses disabilitas dari Negara-negara Anggota ASEAN (Association of Southeast Asian Nations) dan Timor Leste, Menteri Luar Negeri Indonesia, Dr. R.M. Marty Natalegawa.
Realese yang diterima MetroNewz, menjelaskan, selama konferensi, perwakilan-perwakilan dari organisasi penyandang disabilitas akan mengindentifikasi hambatan-hambatan umum yang dihadapi penyandang disabilitas dalam menjalankan hak-hak politiknya.
Hambatan-hambatan ini termasuk kurangnya akses untuk informasi mengenai pemilu, lokasi pemungutan suara yang tidak dapat dicapai oleh penyandang disabilitas dan kurangnya sumber daya dan pelatihan bagi pekerja pemilu untuk memfasilitasi semua pemilih untuk menjalankan haknya.
Peserta juga akan merumuskan rekomendasi-rekomendasi untuk ASEAN Intergovernmental Commission on Human Right (AICHR) dan pihak-pihak yang berkepentingan dengan pemilu dimasing-masing negara.
Dengan fokus pada akses pemilu, konferensi akan menambah dimensi baru untuk diskusi mengenai hak-hak penyandang disabilitas dalam bidang ekonomi, sosial, dan partisipasi politik yang telah dibicarakan dalam forym-forum regional lainnya.
Perhatian terhadap hak-hak penyandang Disabilitas diikuti dengan Konvensi tentang Hak Penyandang Disabilitas PBB (United Nations Convention on the Right of Person with Disabilities) pada tahun 2007 dan inisiatif-inisiatif regional lainnya, seperti Deklarasi Jakarta, Deklarasi Forum Penyelenggara Pemilu (Election Management  Bodies Forum) dan Deklarasi Bali, menyakinkan akan komitmen negara-negara ASEAN untuk memajukan peran penyandang disabilitas.           (Wesly)

Last Updated on Wednesday, 01 February 2012 14:46