Ormas Nasional Demokrat Kota Bekasi Soroti TPA Bantar Gebang
Monday, 20 February 2012 06:33
Jamil
Bekasi, METRONEWZ.COM (19/2) – Meski belum lama terbentuk, Ormas Nasional Demokrat (Nasdem) tingkat kepengurusan DPD Kota Bekasi yang lahir dan baru dilantik 17-11-2011 ternyata banyak diminati warga sekitar. Ketua Pengurus Wilayah Jawa Barat, Profesor DR Soleh Salahudin MSc melantik Drs Banta Umar sebagai Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) kota Bekasi. DPD beranggotakan 12 orang Dewan Pengurus Cabang (DPC) tingkat Kecamatan yang ada di kota Bekasi.
Ditemui di Bekasi, Banta Umar, Sabtu (19/2) mengatakan hingga kini sudah sudah hampir ada sepuluh ribu pendaftar yang masuk menjadi anggota Ormas Nasional Demokrat. Maraknya warga bekasi bergabung dengna Nasdem tidak bisa dilepaskan dari figur Banta Umar. Jauh sebelum dibentuk atau dilantik ke pengurusan Nasional Demokrat, Banta Umar banyak melakukan berbagai bakti sosial di perumahan Pondok Gede Permai, seperti sunatan massal , donor darah pengobatan kesehatan gratis, juga lomba futsal sekecamatan Jatiasih tingkat SMP.
Aksi Baksos Banta Umar menghasilkan dampak simpatik masyarakat sekitar, dan tak heran dalam waktu relatif singkat sebanyak tiga ribu masyarakat mendaftar menjadi anggota Ormas Nasional Demokrat. Berangkat dari keberhasilan itulah pengurus DPP,melalui pengurus DPW melantik kepengurusan DPD Kota Bekasi.
Menurut Banta Umar, dalam kiprahnya , kepengurusan DPD Kota Bekasi yang baru berumur tiga (3) bulan, mulai menampakan kinerjanya dengan menyororti atas keberadaan TPA (Tempat Pembuangan Akhir) sampah di Kecamatan Bantar Gebang. Dalam pengamatan Banta Umar, Pemerintah Kota DKI-Jaya dan Pemda Kota Bekasi, harus mulai mengevaluasi kembali keberadaan TPA Bantar Gebang yang banyak menimbulkan kontroversi masyarakat umum, khusunya masyarakat yang tempat tinggalnya dekat dengan TPA tersebut.
Dia menjelaskan, permasalahan yang muncul seperti bau busuk yang sangat menyengat hidung. Biasanya bau tersebut muncul setelah selesai diguyur hujar dan menyebar hingga radius tiga kilometer. Polusi bau tak sedap ini juga diduga telah menimbulkan berbagai macam jenis penyakit yang berbahaya bagi kesehatan penduduk sekitar.
Melihat bahwa permasalahan TPA yang sangat komplek seperti itu, menurut Banta Umar pihaknya akan melakuan riset melalui angket untuk melihat sejauh mana pengaruh yang dirasakan masyarakat tentang keberadaan TPA Bantar Gebang. Dari angket itulah nanti akan dilanjutkan dengan diskusi atau seminar sehari dengan melibatkan WALHI, LSM dan pemerhati lingkungan yang ada di Kota Bekasi, serta para Pakar Lingkungan Hidup.
Selain itu, kata Banta Umar,disamping juga untuk diundang oganisasi kesehatan dunia (WHO). Soal tempat pelaksanaan, bisa saja di Bekasi, Bandung atau Jakarta.
Last Updated on Monday, 20 February 2012 06:39



