DPRD Kota Bekasi Siap Perjuangankan APBD Bangun Jalan Alternatif
Monday, 20 February 2012 09:15
Bekasi, METRONEWZ.COM (20/2) -- Anggota DPRD Kota Bekasi dari fraksi partai Demokrat komisi B. H.S.Mulyanto yang membidangi masalah pembangunan mengatakan, pada prinsipnya DPRD Kota Bekasi khususnya komisi B yang membidangi pembangunan mendukung sepenuhnya bila ada warga yang meminta untuk dibuatkan jalan atau pun jembatan, dengan catatan ada permohonan resminya yang diketahui ditandatangani oleh tokoh-tokoh masyarakat , RT, RW, Lurah, Camat.
“DPRD akan mengusulkan anggarkan melalui APBD. Kalau pun dari APBD kota Bekasi tidak dimungkinkan maka akan dicarikan solusi melalui APBN,” janji Mulyanto, Jumat (17/9).
Senada dengan Mulyanti, Koordinator lintas antar Rw perumahan PG yang juga aktivis Lingkungan Hidup, Moh Jamil mengatakan bahwa Pemerintah Kota Bekasi sudah sepantasnya mengapresiasi keinginan atau pun permintaan warga yang memang nota bene adalah warga kota madya Bekasi. Tuntutan warga untuk dibuatkan jalan alternatif di atas tanggul terasa wajar. Paling tidak Pemkot Bekasi dapat meminimalisir dana perawatan tanggul atau pun perbaikan tanggul-tanggul yang jebol yang diakibatkan karena hantaman banjir tersebut.
Jamil menambahkan, jalan Alternatif sepanjang kurang lebih 1,5 km masuk di dalam wilayah tiga Rw, yaitu 08,09 dan 010. Jalan diatas tanggul yang menghubungkan antara jembatan Jagal dan Jembatan Vila Nusa Indah hal itu sangat dimungkinkan untuk dibuat jalan, karena dari batas bibir sungai masih banyak kelebihan sisa tanah yang ditanami pepohonan. Lebar sisa tanah ini bervariasi ada yang kelebihan tanahnya sampai sepuluh meter di wilayah Rw (10), dan paling kecil sisa tanah lima (5) meter di setiap Rw.
“Melihat kondisi areal seperti itu sangat di mungkinkan untuk dapat dilaksanakan pembangunan jalan tanpa mengganggu lebar sungai itu sendiri,” tegas Jamil.
Di tempat terpisah, Tarmizi, warga yang tinggal di Perumahan Jatiasih, mengatakan penyebab banjir juga bisa datang dari lalainya koordinas petugas penjaga atau pemantau ketinggian air di Gunung Putri Bogor. Jika petugas itu lalai memberi informasi terkait tingginnya debit air di bogor, tak pelak lagi Komplek PGP lah yang paling pertama menerima hantaman banjir kiriman .
Perumahan Pondok Gede Permai (PGP) yang berada di wilayah kelurahan Jatirasa kecamatan Jatiasih, yang dihuni oleh kurang lebih empat ribu (4.000) jiwa telah beberapa kali mengalami bencana banjir. Seringnya diterpa banjir disebabkan karena letak perumahan PGP berada disepanjang pinggir sungai Cilengsi. Jadi, tak heran jika datang kiriman air dari Gunung Putri Bogor saat musim penghujan tiba dengan intensitas curah hujan yang tinggi di Kota Bogor tidak menutup kemungkinan perumahan-perumahan yang berada disepanjang sungai Cilengsi, khususnya perumahan PGP pasti akan dimasuki ari sungai Cilengsi. (Jml).



