The Japan Foundation Siapkan 42 Pengajar TKI erawat Program G to G

PDFPrintE-mail

Jakarta, BNP2TKI (12/10

Direktur The Japan Foundation, Tadashi Ogawa mengatakan pihaknya telah menyediakan 42 pengajar berpengalaman untuk mendidik 200 peserta program pelatiahan program G to G ke Jepang tahun 2012. Kedua 42 pengajar itu terdiri dari 28 pengajar dari bertutur Jepang (native speaker) dan 18 orang pengajar dari Indonesia yang telah memiliki sertifikat NNS (Nihongo Noroku Shiken).

Ke-200 peserta ini terdiri atas peserta laki-laki untuk nurse 25 orang dan careworker 81 orang sementara peserta perempuannya untuk nurse berjumlah 29 orang dan careworker 65 orang.  Mereka telah mengikuti tahapan seleksi administrasi, teknis, psikotes dan pemeriksaan kesehatan dengan ketat.

Tadashi, di Pusat Pengembangan dan Pemberdayaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan (P4TK) Kementerian Pendidikan Nasional (Kemdiknas), Rabu (12/10) mengatakan bahwa Japan Foundation telah ditetapkan sebagai lembaga pelaksana pelatihan bahasa Jepang di Indonesia (6 bulan) yang pelaksanaannya di P4TK Bahasa Jakarta.

Japan Foundation adalah lembaga pelatihan yang mempunyai reputasi yang baik dalam menangani SDM baik di Jepang maupun di Indonesia. Tahun ini merupakan tahun yang keempat bagi Japan Foundation dalam menangani pelatihan bagi TKI dan merupakan Batch/ Angkatan V.

Japan Foundation mampu mengantarkan calon TKI nurse dan TKI careworker lulus ujian nasional di Jepang. Pelaksanaan pelatihan bahasa Jepang selama 6 bulan di Indonesia dan 6 bulan di Jepang.

“Jadi, pelatihan bahasa Jepang berlangsung selama 1 (satu) tahun),” terangnya.

Tadashi mengharapkan dengan adanya 2 guru pelatih yang berbahasa Jepang dan Indonesia diharapkan ada pengingkatan kelulusan peserta program CTKI perawat yang akan ditempatkan di Jepang pada tahun 2012 nanti.

“Dengan memahami budaya, maka anda akan cepat memahami tutur bahasa Jepang dan ini akan membantu kelulusan anda pada ujian nasional perawat nantinya,” pungkas Tadashi. (Zul/Toha),.