BP3TKI Jakarta Akan Dampingi 50 Calon Wirausaha TKI Purna

PDFPrintE-mail



Jakarta, (15/2) -- Menjadi wirausaha tentu memerlukan banyak keahlian. Selain modal, skill dan pengalaman faktor kemandirian  tentu menjadi modal utama keberhasilan seorang wirausaha.  Sebagai mantan tenaga kerja Indonesia, faktor kemandirian  selama bekerja sekian tahun di luar negeri tentu akan menjadi modal penting dalam merintis usaha.

Selama bekerja di luar negeri, TKI telah membuktikan dirinya menjadi tulang punggung bagi keluarganya. Dampak dari kiriman uang (remitansi) ini ternyata telah menimbulkan efek domino (multi effect) bagi kehidupan perekonomian di desanya.  Di banyak kantong-kantong TKI, geliat ekonomi pedesaan banyak hidup lantaran kiriman riyal, dinar, dolar dan ringgit para pahlawan devisa.

Ditemui di kantornya di Jl. Penganten Ali No. 71 Jakarta Timur, Rabu pagi (15/2) Kepala BP3TKI Jakarta, Delta mengatakan bahwa pemerintah terus berkomitmen untuk menjaga spirit kemandirian  (spirit of independence) TKI Purna ini agar tidak padam setelah mereka kembali ke tanah air.

“Pemerintah perlu menjaga semangat kemandirian ini para TKI Purna untuk diaplikasikan bidang usaha yang mereka geluti,” papar Delta.

Awal tahun ini, kata Delta, BP3TKI Jakarta menargetkan pembinaan terhadap 50 TKI Purna. Mereka berasal dari kawasan Timur Tengah dan kawasan Asia Pasifik ini telah mengikuti Bimbingan Teknis (Bimtek) Pemberdayaan TKI Purna Penempatan Angkatan Pertama Tahun 2012 yang diadakan di Hotel Puri Ayuda Resort Cipayung Bogor, Selaninb-Rabu (6-8 Februari) pekan lalu.

"BP3TKI Jakarta akan mendampingi 50 TKI Purna yang baru saja mengikuti pelatihan kewirausahaan agar mereka bisa fokus mengembangkan usahanya," tegasnya.

Delta menuturkan, semangat berubah (will of change) TKI Purna telah menjadi sebuah konsep yang penting dan sudah menjadi program yang dilakukan terus menerus oleh BP3TKI Jakarta. Karena ukuran keberhasilan sebuah program tidak bisa dilihat dalam sekejap, namun memerlukan waktu dan kerja keras. 

Delta mengakui, dalam bisnis modal uang merupakan faktor yang memudahkan (necessary) meskipun bukan merupakan faktor yang mencukupi (necessity). Karena itu, para TKI Purna yang pulang dengan membawa modal usaha perlu didampingi dengan pengetahuan praktis bidan pengelolaan keuangan, kewirausahaan dan alternatif  pengembangan usaha. 

Masalahnya, kata Delta, modal bisnis bisa habis jika tidak dikelola secara tepat dan cermat. Apalagi jika modal itu tidak dimanfaatkan untuk kepentingan produktif maka modal itu bisa kandas dengan cepat.

Menurutnya tujuan Pemberdayaan TKI Purna selama ini adalah untuk memberikan bimbingan teknis dan pelatihan yang tepat guna sehingga dapat meningkatkan taraf hidup dan masa depan yang mandiri, aman dan sejahtera bagi TKI purna dan keluarganya. Karena itu, mereka dibimbing oleh para tenaga profesional agar siap terjun sebagai wirausahawan muda selesai mengikuti bimtek.

Karena itu, BP3TKI Jakarta mengharapkan mereka usai mengikuti bimtek ini bisa memanfaatkan ilmu yang didapat di samping modal yang telah terkumpul dari bekerja luar negeri guna membuka usaha yang mereka geluti tentunya.

“Di banyak tempat usaha TKI Purna telah banyak membuka usaha produktif dan menyerap lapangan kerja baru,” tandasnya.

Delta menambahkan, diadakan pemberdayaan TKI Purna adalah karena adanya ketidakmampuan menyerap angkatan kerja dan ketersediaan lapangan kerja yang terbatas. Program ini meliputi pemberdayaan TKI Purna dan keluarganya meliputi pelatihan, pendampingan, bisnis yang akan digeluti, merubah pola fikir, menambah keterampilan dan pengetahuan hingga mampu membangun jejaring.

“BP3TKI juga akan memonitor secara berkala usaha yang mereka geluti paska bimtek ini,” terang Delta.
Selam 3 (tiga) hari bimtek di Hotel Aryaduta ke-50 TKI Purna mendapatkan pelatihan praktis bidang seni/arts merangkai bunga dan membuat boneka kesehatan. Produk dari merangkai bunga ini memiliki nilai jual yang sangat tinggi di pasaran dalam negeri dan luar negeri.

Ke depan, kata Delta,BP3TKI Jakarta akan mengadakan pelatihan bidang kesehatan seperti pelatihan bekam.  Program merangkai bunga ini merupakan terobosan baru  guna memotivasi para ke-50 TKI Purna untuk membuka usaha secara mandiri. Harapan ini sesuai dengan tema bimtek kali ini “Melalui Bimtek Pemberdayaan TKI Purna Penempatan Angkatan Pertama 2012 Kita Tingkatkan Ketrampilan TKI Untuk Berwirausaha.” (zul).